Hak dan Kewajiban Orang Beriman Dalam Bermasyarakat
Arti Warga Masyarakat
Masyarakat adalah keseluruhan yang konkrit historis dari segala hubungan timbal balik antara manusia dan macam-macam kelompok.
Hak dan Kewajiban menurut Ajaran Kitab Suci
Dalam Kitab Suci khususnya dalam Injil Matius 17 : 24 - 27. Tuhan Yesus
mengajarkan agar setiap warga negara membayar pajak kepada Kaisar
sebagai wujud tanggungjawabnya sebagai warga negara. Tuhan Yesus juga
menunjukkan bahwa melaksanakan kewajiban sebagai warga negara merupakan
perwujudan iman kepada Allah (Matius 22 : 15 - 22). Hak dan kewajiban
harus dilaksanakan secara seimbang sebab apabila hak yang diutamakan
maka seseorang hanya menuntut hal-hal yang harus mereka terima, namun
bila kewajiban yang diutamakan maka orang akan hidup secara sosial yang
berlebihan dan melupakan diri sendiri.
Hak dan Kewajiban menurut Tradisi Gereja
Menurut Ensilik Gaudium et Spes art. 22 disebutkan bahwa "pertumbuhan
pribadi manusia dan perkembangan masyarakat saling tergantung". Selain
itu dalam Gaudium et Spes art. 1 disebutkan bahwa "kegembiraan dan
harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang, terutama kaum
miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan,
duka dan kecemasan para murid Kristus juga". Oleh karena itu, setiap
warga Gereja dipanggil untuk melayani dan berperan serta secara aktif di
masyarakat.
Pemimpin Masyarakat
Pemimpin yang Baik Menurut Tuhan Yesus adalah orang yang rela berkorban
demi kepentingan banyak orang sebagaimana di sampaikan oleh Tuhan Yesus
dalam Yoh 10 : 1 - 8 yang maknanya adalah gembala yang baik akan
mengenal domba-dombanya.
Pemimpin menurut Tuhan Yesus adalah pemimpin yang menjadi abdi/pelayan
banyak orang, melaksanakan hal-hal yang dibutuhkan dan diharapkan banyak
orang. Jadi ukuran baik dan tidaknya seorang pemimpin adalah besarnya
jasa dan manfaatnya bagi banyak orang atau sejauhmana pelayanannya
dinikmati banyak orang. Maka kita wajib menghormati, menaati, dan
mendukung pemimpin kita yang sah karena pemimpin yang sah merupakan
simbol kehadiran Allah.
Kebebasan yang Bertanggung Jawab
Kebebasan Kristiani bukanlah kebebasan tanpa aturan atau kebebasan yang
bertentangan dengan sikap bertanggung jawab, bertindak semau-maunya,
apalagi yang merugikan orang lain atas nama kebebasan. Sebab, setiap
orang Kristen harus memiliki sikap yang sportif dan positif terhadap
sesama warga masyarakat, memiliki kasih kepada sesamanya, dan hormat
kepada pemimpin yang menjamin ketertiban dalam masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar